#Review – Cerita Cinta Enrico, Ayu Utami


Cover novel Enrico
sumber : Amazon.com

Apa yang akan aku review kali ini adalah novel triloginya Ayu Utami. tapi mohon maaf, aku harus membuat review justru dari seri ke2nya terlebih dulu, judulnya “Cerita Cinta Enrico”. Seri ke1 dan ke3 nyusul ya, (maklum, hampir semua buku yang aku baca adalah buku pinjaman dari perspusatakaan kampus; alhasil, koleksi-koleksi yang memang saat ini ada lah yang aku pinjem dan baca; doakan, mudah2an dipercepat dapet rejeki untuk membeli banyak novel, agar saat ingin membuat suatu review novel-novel berseri; ya bisa berurutan). Tapi tenang saja, meskipun novel ini berseri, ditiap satu novelnya memiliki kisah utuh yang tidak secara signifikan banyak mempengaruhi seri sebelum atau sesudahnya. Sehingga meskipun kamu membaca secara tidak berurutan; kamu akan tetap mendapatkan gambaran kisahnya secara utuh.

Novel ini tentang kisah perjalanan cinta dan kehidupan Enrico yang tidak luput dengan kesejarahan hidup masa Soekarno dan Soeharto. Enrico adalah anak seorang ayah tentara dan ibu (Rico memanggilnya dengan sebutan May; untuk ibu dan Pay; untuk ayah). Rico memiliki seorang kaka perempuan yang meninggal karena kambuhnya asma ketika sedang libur di pantai. Kepergian kakanya menghantarkan rasa hilang dan duka seorang ibu. Ibunya bahkan lupa bahwa dirinya juga memiliki anak bernama Enrico.

Sejak Enrico dilahirkan, dia dinobatkan sebagai anak yang memiliki kerentanan kesehatan tubuh. Mungkin saja, karena ibunya takut kehilangan anak lagi, dia selalu bersengkokol dengan dokter untuk menngeluarkan surat keterangan gangguan jantung. Surat yang nantinya digunakan ibu untuk menahan guru dan kepala sekolah melibatkan Rico pada berbagai kegiatan sekolah. Oleh karenanya, kehidupan Rico disekolah adalah tentang  duduk dalam sepi ruang kelas; tanpa pernah dihimbau untuk ikut berkegiatan lari-lari ataupun olahraga diluar kelas. Rico bilang; ini adalah akal-akalan ibunya agar Rico tetap dipandang lemah oleh orang lain, diem-diem ini merupakan satu dari banyak cara agar Rico terhindar dari bahaya; ibu takut Rico mati.

Belum pernah hilang sedihnya ibu atas rasa kehilangan matinya kaka Rico; ibu kemudian bergabung pada perhimpunan gereja yang membawanya hidup terlalu relijius; ibu meninggalkan seluruh kehidupan dunia untuk mempersiapkan hari akhir yang selalu digadang-gadang pendeta akan datang dalam waktu dekat. Ibu bersikap mulai tidak adil dengan Rico, semuanya yang diperintahkan adalah tentang kungkungan. Beruntung, Rico memiliki ayah yang memahami bahwa anak butuh untuk merasa merdeka. Ibu telah banyak mengalami keguguran dalam tiap  kehamilanya; hingga suatu waktu didiagnosis tidak bisa lagi hamil. Maka, Rico adalah anak seorang diri dari si Ibu.

Rico memutuskan untuk segera pergi dari tanah Padang; dia merasa perlu melepaskan diri dari genggaman ibu yang terlalu membatasi segala ruang geraknya. Maka kampus ITB lah menjadi sasaran untuk merubah nasib. Memasuki dunia kampus, sama pula memasuki pintu kebebasan yang selama ini dia idamkan. Rico berniat tidak pernah mau kembali ke Padang. Dengan kesendirian; justru kebebasan selalu muncul. Bahkan untuk urusan kelamin sekalipun; tidaklah takut lagi dibayang-bayangi oleh wajah ibu yang melarang, Rico bisa melakukanya dengan banyak wanita, sebebas burung yang terbang dalam kepakan sayapnya di jagad raya.

Dalam satu titik suatu masa; saat dimana ibu dan bapaknya meninggal dunia. Rico benar-benar hidup sendiri. Muncul suatu rasa sepi, sepi yang justru membuat Rico membutuhkan sosok untuk di cinta dan mencinta. Jika selama ini Rico banyak melakukan kegiatan bercinta tanpa rasa cinta. Maka saat ini, Rico merasa butuh kehangatan cinta. Cinta yang kemudian datang dari wanita bernama A. wanita yang tidak berniat menikah karena dia merasa pernikahan adalah bentuk tuntutan masyarakat; apalagi masyarakat yang sangat patriarkis. Bisa-bisa dia akan menjadi budak laki dalam suatu ikatan kawin keluarga.  Si A mencintai Rico, Rico mencintai A. cinta yang datang tanpa saling menuntut dan saling membatasi. Beginilah jika cinta datang dari kedua sosok insan yang mendamba kebebasan.

Meskipun cinta diantara meraka pernah suatu kali terjatuh. Namun syukur; keduanya telah saling memahami, pemahaman yang akhirnya membawa keduanya pada simpulan bahwa Rico membutuhkan A sebagai seorang ibu, sosok yang mungkin selama hidup tak pernah dia dapat setelah kematian kakak. Si A pun membutuhkan Rico sebagai ibu. Sosok yang memberi kehangatan layaknya dulu dia pernah tidur didalam rahim.

One thought on “#Review – Cerita Cinta Enrico, Ayu Utami

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: