#Review – Tarian Bumi, Oka Rusmini


Gambar Tarian Bumi

Puji syukur, memiliki kesempatan untuk melanjutkan membaca novel ini, “Tarian Bumi” ditulis oleh Oka Rusmini. Sekitar satu bulan lalu, Aku asyik membaca ini di Gramedia yang sayangnya harus berhenti ditengah halaman tiga puluhan lantar toko akan segera tutup. Cerita ini rasanya berhasil membuat diri menyelam dalam lautan imajinasi; apalagi saratnya emosi dan ambisi yang dimunculkan tokoh didalamnya. Hari ini, tepat dalam waktu satu hari aku selesaikan dan melahap habis seluruh liuk kisah yang disajikan; buku didapat dari perpustakaan kampus tercinta.

Secara jujur, novel ini telah membuka banyak (sekali) hal-hal yang selama ini tak pernah aku tahu tentang Bali dan berbagai adat-istiadatnya. Meskipun sebelumnya, pernah membaca novel Oka berjudul “Tempurung” belum sempat dibikin review, kadung lupa mengingat beberapa novel telah aku baca setelahnya; jadi benar-benar lupa jalan cerita secara utuhnya bagaimana. Aku berharap memiliki kesempatan untuk setidaknya membaca review orang lain tentang “Tempurung” ini; siapa tahu dapat me-recall apa-apa yang telah  aku lupakan mengenai keseluruhan kisah ini.

Kembali pada bukunya yang akan ku coba review pada tulisan ini, Tarian Bumi. Merupakan novel yang mencoba untuk memaparkan kisah Luh Sekar (sebagai perempuan Sudra) yang memiliki keinginan keras untuk mengubah nasib. Sebagai perempuan lihai menari dengan tubuh molek sudra; Luh Sekar memahami bahwa untuk menjadi manusia yang dijunjung hanyalah dengan menjadi ratu tari. Penari bagi masyarakat Bali hanya bisa dilakukan oleh perempuan terpilih ratu hyang widhi; dari atas. Sebagai sudra, Sekar tetap memiliki keteguhan hati dan keyakinan jiwa untuk menjadi penari yang dipuja sejagad bali. Selain berlatih, juga pergi petang siang malam memanjat doa dan karunia di pura. Jadilah setiap mata (apalagi lelaki) menyoroti tubuh sekaligus menelanjangi dalam berbagai terawanganya ke setiap bagian tubuh Sekar saat menari. Bukan main; dia benar menjadi ratu tari sejagad.

Tidak mau selesai dalam meningkatkan harkat martabat; Sekar menolak siapapun lelaki kecuali jika datang dari griya (sebutan bagi kelompok masyarakat bangsawan; dalam kasta Brahmana). Menikahlah Sekar dengan laki hidung belang anak tunggal dari pasangan ida bagus dan ida ayu; namanya Ida Bagus Gurah Pidada. Sekar menjadi buron-buron serta bayang segala aturan juga amarah mertua (tidak sudi bagi mertua menerima secara serta-merta mantu seorang Sudra); apalagi penari macam Sekar; berapa banyak sudah laki telah tidur bersamanya. Pernikahan tetaplah pernikahan; anak akhirnya muncul dari rahim Sekar; gadis perkawinan antara Sudra dengan Brahmana.

Telaga, gadis ini disebut dan dikenal; penari ulung, dipilih secara langsung oleh hyang widhi menjadi perempuan yang tak lekang oleh gemericik dan pekikik (haha ini bahasa apa?) pandang lelaki tat kala tubuhnya menari; menjelma arwah jiwa dan raga gendang musik. Namun; bukan nasib bagus; bukan pula nasib buruk. Telaga jatuh hati dengan Wayan (laki Sudra); yang kata ibunya (Luh Sekar) tidak cocok bagi perempuan brahmana menikah dengan laki sudra! Hyang widhi… mau jadi apa anaku? Salah kah selama ini aku mendidik?. Tapi cinta; sebagaimanapun cinta; Telaga bahkan beranak sebelum adat dan semesta menghentikan asramanya bersama Wayan. Wayan mati tiga tahun setelah menikah; Telaga dianggap sumber kesialan yang menimpa keluarga Wayan karena datangnya amat bertubi-tubi. Beruntung; muncul Luh Sari; gadis yang tumbuh menjadi teman sehidup semati bagi sang ibu Telaga.

Sebagai pembacara, aku merasakan betul bagaimana setiap kata terurai dengan cantik; hingga aku lupa bagaimana cara menutup buku.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: