The Count of Monte Cristo – Alexandre Dumas


monte

Kisah manusia. Penuh dendam ketika disakiti, Pertemanan hancur karena iri lalu timbul hianati. Dusta untuk capai kaya nan kuasa yang disampingnya adalah keluarga saling kasih mengasihi. Sebagai akhir atas semua suka duka, Tuhan dijadikan tempat pasrah mungkin juga marah. Ah manusia.

Dantes, Pelaut tulus yang mendapat kehormatan untuk menjadi seorang kapten diusianya yang remaja, 19 tahun, jauh dikatakan matang. Dihadapkan pada penghiatan dan kedengkian oleh mereka yg dianggap temanya, Dantes dipenjara di tempat paling bawahnya sebuah dasar suatu menara penjara. Tuduhan atasnya adalah penghiat negara, teman dengkinya lah yang mengantarnya pada itu.

14 tahun, lama waktunya dalam penjara membuat ketidaktahuanya akan ayah yang meninggal kelaparan, calon istri yang direnggut teman hianatnya. Putus asa nian, inginlah ia bunuh diri. Tapi tuhan sayang padanya. Hadirlah seorang narapidana pastor tua kaya raya yang dianggap gila. diam2 dia menggali lubang untuk merencanakan kabur penjara, lubangnya salah hitungan, malah ke blok tempat dantes beradalah lubangnya menuju.

Pastor tidak gila, pastor merupakan orang dengan kejeniusanya memahami banyak bahasa, filosofi hidup serta alam. Dia selalu menawarkan emas bagi tiap pnjaga yang mau mmbntunya keluar penjara, begitulah mengapa ia dianggap gila oleh penjaga.

Pastor itu tidak gila, dia benar memiliki segudang emas, setumpuk perak terkubur dalam pulau Monte Cristo. Semua ilmu dan harta yang dipunyai, dikasihlah pada Dantes tepat sebelum dia mati atas ayan yang dimiliki dalam penjara.

Dantes mungkin seperti apa yang sudah ditebak, setelah keluarnya dari penjara atas harta yg dimiliki dari seorang pastor rekan penjaranya, melaksanakan dendam. menghukum tiap orang dengan keserakahan dan kelicikan yang mmbuatnya dulu menderita.

Sebagai akhir, dia menamakan dirinya The Count of Monte Cristo. telah menyelesaikan misinya pada dendam, meninggalkan kepuasan dan kemenangan. Tapi tidak pada penyesalan. Penyesalan akan benarkah Tuhan mengutusnya untuk semua dendam yang telah usai ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: