Katarsis – Anastasia Aemilia


Katarsis merupakan novel thriller-psikologi yang ditulis oleh penulis wanita Indonesia Anastasia Aemilia dan terbit pada tahun 2013 oleh Gramedia Pustaka Utama.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Katarsis memiliki tiga definisi, yakni: (1) penyucian diri yang membawa pembaruan rohani dan pelepasan dari ketegangan; (2) cara pengobatan orang yang berpenyakit saraf dengan membiarkanya menuanngkan segala isi hatinya dengan bebas; (3) kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan dan pertikaian batin akibat suatu lakuan dramatis.

Cerita diawali dengan menyuguhkan adegan Tara Johandi (gadis delapan belas tahun) ditemukan disekap dalam kotak perkakas dan menjadi satu-satunya saksi dalam perampokan yang terjadi dirumah pamanya. Dugaan sementara polisi mengenai pelaku adalah sepasang perampok yang telah lama menjadi buronan. Dalam cerita, selama penyelidikan berbagai petunjuk yang datang selalu menunjukan keganjilan-keganjilan.

Alfons (berperan sebagai psikiater pribadi) berusaha membantu Tara menghilangkan berbagai trauma yang dimikili, selama bersamanya, Alfons melihat terdapat banyak hal dimasa lalu Tara yang sedang disembunyikan begitu rapat oleh gadis ini. Dan sebelum hal tersebut dipecahkan, Muncul Ello dan berbagai kasus pembunuhan berantai yang dilakukanya. Dan pembunuhan akan berakhir pada Tara (yang Ello anggap sebagai harta karun – dan saya gagal memahami alasan Tara dijadikan sebagai harta karun oleh Ello dan ayahnya).

Berdasarkan definisi katarsis (yang terulis dalam judul novel) dan cerita yang disuguhkan Anastasia dalam novelnya, Saya berasumsi bahwa novel berusaha menyampaika pesan tentang kehidupan manusia yang tidak lekang oleh pengalaman-pengalaman selama hidupnya. Pengalam inilah yang kemudian membentuk konstruksi pribadi terhadap sesuatu yang memunculkan sikap-sikap individu dalam berinteraksi. Katarsis menggambarkan suatu fenomena traumatis yang mungkin saja terjadi pada individu melalui pengalaman dan konstruksinya lalu dapat disembuhkan dengan metode-metode tertentu (dalam novel ditunjukan adanya peran Alfons sebagai psikiater yang dapat menyembuhkan traumatis Tara), meskipun tidak secara langsung menjelaskan proses penyembuhan, tetapi katarsis dalam cerita ini cukup memberikan gambaran bahwa seorang dengan traumatis sesungguhnya dapat disembuhkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: