A Man Called Ove – Fredrik Backman


WhatsApp Image 2017-06-23 at 20.55.46

Halo halo, sudah lama rasa tak bagi kisah tentang cerita kubaca, ini tentang kematian yang katanya ganjil, kehidupan, duka serta cinta yang juga ganjil. .

Ada baik kupetik “orang menjalani seluruh hidup seakan kematian tidak ada, tetapi kematian seringkali menjadi motivasi besar untuk hidup, sebagian dari kita yang menyadari kematian akan menjalani hidup dengan keras, lebih tegar dengan lebih banyak kemarahan. sebagian lagi memerlukan kehadiran kematian secara terus menerus untuk menyadari antisesisnya; sisanya menjadi begitu terobsesi dengan kematian sehingga memasuki ruang tunggu, lama sebelum kematian mengumumkan kedatanganya” . Ove adalah bagian dari orang tersisa diatas, terobsesi akan kematian karena sepinya hidup tanpa cinta. eh ditinggal cinta.

“Waktu juga ganjil, sebagian kita hanya hidup untuk waktu yang membentang tepat didepan kita, beberapa hari, minggu, tahun. Momen paling menyakitkan dalam hidup seorang muncul bersama pemahaman bahwa usia telah tercapai ketika ada lebih banyak yang harus ditengok ke belakang daripada ke depan. dan jika waktu tak lagi membentang di depan seseorang, hal lain harus dinikmati dalam hidup. kenangan, mungkin?”. Itu lah Ove, yang saat ini selalu hidup dengan kenangan cintanya. sisanya dia tak pernah merasa hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: