Sosial Ekologi dan Sosial Konstruksi


Rangkuman ditulis oleh

Ahmad Rofai

Gestivia Hakim

Silvi Permatasari

Windy Setio Rahayu


PENDAHULUAN

Dalam perspektif sistem dan lingkungan mempunyai implikasi penting bagi pekerjaan sosial, dimana sistem adalah suatu kesatuan dari berbagai macam objek yang saling terhubung dan begitu juga lingkungan yang mana manusia dan lingkungan pun juga saling mempengaruhi. Tujuan dalam memahami bagian ini adalah agar pekerja sosial bisa mengintegrasikan hal-hal yang terkait dalam suatu sistem itu sendiri sehingga bisa berpandangan lebih luas lagi. Selain itu akan dibahas pula mengenai psikologi sosial dan konstruksi sosial yang mana peran dan teori komunikasi juga diperhatikan, bagaimana pekerja sosial menentukan jenis terapeuticnya. Harapannya adalah pekerja sosial nanti tahu mengenai bagaimana klien berinteraksi dengan yang lain dipandang dari sudut sosial dan psikologi dan bagaimana suatu pandangan atau gambaran dalam otaknya mengenai suatu masalah dari pendekatan konstruksi sosial.

System and Ecological Perspectives

Perspektif sistem penting bagi pekerjaan sosial karena mereka menekankan pada fokus sosial, yang berbeda dengan konseling, psikoterapi, atau profesi perawat lainnya, yang menekankan pada individu atau klien. Namun, pendekatan mereka terhadap isu- isu sosial lebih mendekatkan diri terhadap individu-individu agar dapat bergabung atau beradaptasi dengan kehidupan sosialnya. Pekerjaan sosial fokus pada koneksi sosial dan hubungan orang- orang serta objek- objek sosial seperti keadilan sosial ataupun perubahan sosial maupun pekerjaan interpersonal.

Wider theoretical perspectives

Overview

Gagasan sistem dalam pekerjaan sosial dibuat dalam teori sistem berkembang pada 1940an dan 1950an dalam manajemen dan psikologi, dan secara komprehensif diformulasikan oleh van Bertalanffy (1971). Teori biologis ini melihat semua organisme sebagai sistem, yang disusun oleh subsistem, dan menjadi supersistem. Sedangkan, manusia adalah bagian dari masyarakat dan dibentuk dari masyarakat juga. Teori ini diaplikasikan pada sistem- sistem sosial seperti grup, keluarga, dan masyarakat, maupun sistem biologis. Hanson (1995) berpendapat bahwa nilai dari teori sistem adalah menyutujui dengan hampir semua bagian dari perilaku sosial.

Systems ideas and their application

Ada tiga konsep struktur sistem, yaitu :

  • Sistem mempunyai batasan yang secara fisik maupun mental bertukar di dalamnya.
  • Sistem tertutup tidak melakukan pertukaran melewati batasan.
  • Sistem terbuka terjadi ketika energi melewati batasan yang dapat ditembus.

Konsep pada proses dalam sistem, bagaimana sistem bekerja dan bagaimana kita dapat menggantinya (Greif dan Lynch, 1983) yaitu :

  • Input – energi dimasukkan dalam sistem melewati batasan
  • Throughout – bagaimana energi digunakan dalam sistem
  • Output – Efek pada lingkungan akibat energi yang keluar dari batas sistem
  • Feedback loops – Informasi dan energi yang melewati sistem disebabkan karena output mempengaruhi lingkungan yang diketahui melalui hasil dari output sendiri.
  • Entropy – Sistem menggunakan energi mereka sendiri untuk melanjutkan yang berarti jika mereka tidak menerima input dari luar, maka kinerja sistem akan menurun atau mati.

Sistem didefinisikan dengan lima karakteristik :

  • Sistem dapat berdiri kuat, bagaimana sistem memelihara diri mereka sendiri dengan menerima input dan menggunakan input tersebut.
  • Sistem bersifat homeostatis dan equilibrium.
  • Pembedaan, sistem terus tumbuh dan memiliki komponen yang berbeda- beda dari waktu ke waktu.
  • Non- summarivity gagasan diselalu ditambah bagian- bagiannya.
  • Pertukaran , apabila satu gagasan berganti, gagasan lainnya berganti.

Hasil dari pertukaran, sistem menunjukkan equifinality ( mencapai hasil yang sama bedasarkan cara yang berbeda, dan multifinality (keadaan yang sama, namun dapat menghasilkan hasil yang berbeda) karena bagian- bagian sistem berinteraksi dengan cara yang berbeda. Gagasan ini menolong kita untuk memahami betapa kompleksnya hubungan manusia dan mengapa hasil keluaran terlihat mirip. Sistem sosial dapat terlihat sebagai suatu sinergi, yang berarti mereka dapat membuat sendiri energi mereka untuk memelihara diri mereka sendiri. Pincus dan Minahan (1973) mengidentifikasi tiga jenis dari sistem pertolongan :

  • Sistem informal atau alamiah (seperti keluarga, teman)
  • Sistem formal (seperti komunitas)
  • Sistem sosial (rumah sakit, sekolah)

Evans dan Kearney (1996) menggambarkan tujuh prinsip kunci dari sebuah pendekatan sistem untuk praktik. Analisis mereka berguna untuk memperlihatkan bagaimana gagasan sistem dapat memberitahukan praktik pekerjaan sosial dalam berbagai pengaturan. Pendekatan mereka menekankan penglihatan dalam jaringan sosial, dan sistem untuk kemungkinan target dalam aksi, untuk kekuatan hubungan, dan masuk dalam berbagai proses pekerjaan sosial.

Dalam pandangan mereka, gagasan sistem dapat menolong mereka untuk memelihara konsistensi dalam praktik, ini adalah alasan mengapa banyak orang menemukan sistem sebagai penolong untuk menintegrasikan berbagai gagasan dari berbagai sumber dalam praktik. Teori sistem menyarankan bahwa kita harus mulai dari konteks. Konteks sangatlah penting untuk mendefinisikan apa yang kita lakukan, dan memperpanjang konsistensi kita.Konteks didefinisikan sebagai apa tujuan kita dan respon apa yang harus diberikan. Mengadaptasi pendekatan positif menimbulkan konsistensi dan konteks.

Meingidentifikasi pola dari perilaku menolong kita untuk melihat kemungkinan positif, dimana perilaku dalam suatu sistem sosial telah membuat pembelajaran digunakan pada hal lain. Pola juga membantu kita untuk mengetahui dimana perubahan dibutuhkan. Teori sistem menekankan pada proses dimana hubungan dan interaksi terjadi, maupun konten ataupun keluaran. Bekerja dengan yang lain adalah suatu bonus penting dari teori sistem. Sistem teori menekankan pada bagaimana bekerja dengan pihak lain secara tidak langsung yang mempengaruhi klien. Bekerjasama juga adalah produk dari sistem pemikiran ; pekerja terlihat untuk berinteraksi dengan jaringan yang berhubungan dengan klien dan dengan kolega dan agen.

Connections

Teori sistem mempunyai efek utama terhadap pekerjaan sosial pada 1970an dan telah menjadi subjek kontroversi yang berakhir sangat lama. Dua bentuk dai teori sistem yang berbeda dalam pekerjaan sosial :

  • General systems theory
  • Ecological systems theory

The Politics of Systems Theory

Teori sistem adalah aspek reaksi terhadap psikodinamik pada 1970-an. Dalam fokus sosiologis tampaknya untuk melawan kegagalan psikodinamik dalam berurusan dengan “sosial” dalam pekerjaan sosial. Juga, terpisah spesialisasi pekerjaan sosial sedang dianggap sebagai aspek dari pekerjaan sosial generik. Teori sistem fokus pada “keutuhan” (Hanson, 1995) demikian kontribusi menarik untuk kerja sosial. Roberts (1990) melihatnya sebagai salah satu dari beberapa mengintegrasikan kerangka kerja konseptual yang berkembang. Dibandingkan dengan teori radikal, kritik sosiologis lain dari teori pekerjaan sosial tradisional yang berpengaruh pada periode ini, teori sistem tidak mengusulkan ide-ide kritis yang menolak banyak aspek dari organisasi sosial saat ini dan kebijakan sosial.

Fokus yang luas memungkinkan untuk menggabungkan banyak aspek teori lain. Leonard (1975: 48) menulis dari perspektif Marxis, berpendapat bahwa teori sistem dapat membantu dalam memahami lembaga, interaksi mereka dengan satu sama lain, dan bagaimana perubahan bisa dibawa dengan cara radikal, asalkan teori tersebut tidak digunakan hanya untuk menyarankan bahwa sistem mempertahankan diri sepenuhnya stabil. Penulis tradisional seperti Woods dan Hollis (1999) dimasukkan ke dalam rekening praktek psikodinamik. Preston- Shoot dan Agass (1990) mengusahakan sebuah kombinasi. Mereka berpendapat bahwa psikodinamik menawarkan pemahaman yang berguna dari emosi manusia, interaksi, dan respon internal terhadap dunia luar.

Teori sistem menawarkan untuk memahami, menunjukkan bagaimana berinteraksi publik dan swasta, bagaimana berbagai agen perubahan mungkin terlibat dan bahwa pekerja dan lembaga mereka mungkin sendiri menjadi target untuk perubahan. Bersama-sama, set ini ide memungkinkan pekerja untuk mengelola stres tekanan emosional dari pekerjaan interpersonal mereka dengan melihatnya dalam konteks sosial yang lebih luas. Mereka juga menyoroti fakta bahwa kita tidak dapat mempertahankan kesadaran situasi sosial atau interpersonal yang kompleks terus. Mempertahankan dua cara terkait tetapi terpisah dari pemahaman memungkinkan kita untuk beralih antara fokus interpersonal dan sosial. Hubungan antara dua teori yang penekanan mereka pada pola perilaku dan hubungan sosial, yang menghubungkan satu sama lain dan menghubungkan kita satu sama lain.

Major Statements

Tiga pendapat utama dari ecologicsl systems theory adalah :

  • Pendekatan eco-critical / eco-social / eco- feminist dalam Matthies et al’s The Eco- Social Approach in Social Work (2001)
  • Model kehidupan dalam Gernain and Gitterman’s The Life Model of Social Work Practice (1996)
  • Perspektif ekosistem dalam Mattaini et al’s Foundations of Social Work Practice (2002)

 

Germain and Gitterman : the life model

Model kehidupan Germain and Gitterman (1980, 1996) dari praktik pekerjaan sosial adalah formulasi utama dalam ecological systems theory. Ia berpendapat bahwa ada hubungan tertutup dengan ego psychology dalam kepentingan yang diberikan kepada lingkungan, aksi, dan manajemen diri sendiri serta identitas (1978a). Namun, kedua gagasan ini dapat digunakan terpisah.

Model kehidupan bedasarkan pada bedasarkan pada ekologi, dimana orang- orang bergantung satu sama lain dan dengan lingkungannya. Tujuan dari pekerjaan sosial sendiri adalah untuk meningkatkan kesesuaian antara manusia dan alam. Orang- orang terlihat bergerak melintasi perjalanan hidup mereka sendiri yang unik. Ketika mereka melakukannya, mereka mengalami stres kehidupan, transisi, peristiwa, dan isu-isu yang mengganggu cocok dengan lingkungan. Hal ini menyebabkan gangguan tak terduga dalam kapasitas mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka, sehingga mereka merasa mereka tidak dapat mengatasi dengan itu. Ada beberapa kemampuan untuk mengatasi atau menanggulangi masalah- masalah dalam hidup :

  • Relatedness – kapasitas untuk membentuk suatu kasih sayang.
  • Efficacy – kenyamanan mereka dalam mengatasi suatu masalah.
  • Competence – perasaan mereka tentang mereka memiliki keterampilan yang relevan, atau bisa mendapatkan bantuan dari orang lain.
  • Self – concept – evaluasi tentang diri mereka.
  • Self- esteem – kepercayaan diri mereka.
  • Self – direction – bagaimana mereka mengarahkan diri mereka sendiri.

Kemampuan untuk menggunakan sumber interpersonal yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

  • Coercive power – dimana grup dominan menyembunyikan kekuatannya karena latar belakang budaya atau personal dari grup klien.
  • Exploitative power – dimana grup dominan membuat polusi teknologi yang mengancam orang miskin.
  • Habitat – keadaan sosial dan fisik klien.
  • Niche – posisi sosial klien.
  • Life course – unik dan tidak diprediksinya kehidupan kita.
  • Historical context – konteks sejarah yang dialami.
  • Individual time – makna kehidupan yang didapat manusia.
  • Social time – kejadian yang mempengaruhi orang- orang terdekat klien.

Karya awal Germain difokuskan pada ruang dan waktu sebagai aspek praktik pekerjaan sosial, dan pengaruh ini muncul dalam elemen ini model itu. Manfaat dari praktik dalam model kehidupan adalah peningkatan kesesuaian antara manusia dan lingkungannya, dengan meringankan stress, meningkatkan kapasitas sosial mereka sehingga mereka dapat memecahkan masalah mereka dan mempengaruhi lingkungan agar dapat memenuhi kebutuhan manusia.

Eco-social approach: eco-criticality

Pendekatan eko-sosial berpendapat bahwa orang Amerika pada awalnya menggunakan ekologi didalam fokus pekerjaan sosial pada lingkungan sosial dan beberapa tahun adanya pertentangan oposisi antara orang-orang dengan lingkungan mereka. Coates (2005) mengembangkan pendekatan ekologi didalam pekerjaan sosial yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan di semua elemen masyarakat, tidak hanya itu, tapi juga pada miskinnya sumber daya. Masyarakat perlu bertanggung jawab pada tempat yang ia tempati saat ini karena bumi adalah sistem yang tertutup dengan sumber daya terbatas dan kehidupan kita selanjutnya tetap berkelanjutan sampai nanti tanpa mengorbankan suatu jaman. Gagasan dasar ekologi pekerjaan sosial sebaiknya:

  • Integrasi dan keterhubungan
  • Kearifan pada hal yang masih alami
  • Pentingnya untuk menjadi, untuk melihat bagaimana kedepannya, bukan yang ada sekarang
  • Mempertahankan keberagaman
  • Hubungan masyarakat

Praktik pekerjaan sosial seharusnya fokus pada:

  • Mengembangkan karir masyarakat
  • Mengidentifikasikan dan mengembangkan kepentingan yang menguntungkan kepentingan umum
  • Mempromosikan kemitraan yang aktif
  • Membangun kemampuan individu dan masyarakat
  • Mempromosikan desentralisasi dan lokalisai pengambilan keputusan dan membantunya untuk bekerja
  • Mempromosikan kesehatan masyarakat dan ketahanan sosial
  • Mempromosikan lingkungan sebagaimana keadilan sosial
  • Mengurangi stress pada manusia dan ekologi, khususnya melalui fokus pada pekerjaan yang menyedihkan
  • Berfokus pada metode alami penyembuhan dan spiritual

Pekerjaan konvensional mendorong gaya hidup non-berkelanjuan berdasarkan lapangan pekerjaan yang semakin hilang karena sedang mengglobalnya kekuatan sosial yang menguntungkan kapital dan industri padat polusi. Tidak hanya itu namun gaya hidup yang tidak sehat seperti makanan siap saji dan rokok. Maka dari itu orang-orang perlu dibantu untuk disadarkan, mempromosikan inklusi sosial dengan cara mendorong secara proaktif agar orang yang terlibat bisa tertarik untuk saling tolong menolong dan melibatkan masyarakat  untuk lebih bisa diajak bekerja sama membangun lingkungan yang baik. Oleh karenanya inklusi sosial dan pendekatan ekologi harus bekerjasama dengan baik.

Pendekatan utama dalam pekerjaan eko-sosial:

  • Analisis Holistik. Menggambarkan kebutuhan lingkungan global dan dampak dari lingkungan itu sendiri dimana melibatkan masyarakat juga dalam perencanaan dan aksi sosialnya yang barhubungan pada kepentingan dan kebutuhan
  • Mempromosikan kegunaan positif sumber daya alami dan kesadaran diri mengenai gaya hidup untuk menghormati sumber daya lingkungan
  • Memperhatikan lingkungan sosial dan jaringan kerjasama melalui, pelayanan disediakan, khsususnya sekolah, kesehatan, dan lembaga peduli sosial.
  • Adventuring pedagogy, untuk mempromosikan jaringan khusus untuk mendukung kesempatan hidup bagi orang-orang (sakit jiwa, difabel, orang tua, dll)

Folgheraiter berpendapat bahwa semua masalah sosial berasal dari masalah hubungan dan praktik pekerjaan sosial sebaiknya secara bersama membantu perencanaan. Sebuah jaringan, menurut Seed (1990:19) adalah suatu sistem atau pola hubungan diantara titik yang memiliki arti khusus yang melibatkan mereka. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi jaringan sosial formal dan informal dan digunakan untuk membantu klien. Perkembangan baru-baru ini di jaringan upaya untuk mengembangkan teknologi dengan membangun hubungan masyarakat antar pribadi dengan berbagai kegiatan sosial di masyarakat. Trevellioon melihat bahwasannya pekerja sosial adalah penghubung masyarakat yang baik, bisa menghubungkan variasi sumber daya yang ada di masyarakat. Specht (1986) memandang bahwa dukungan sosial diaplikasikan ke berbagai jaringan sosial dan organisasi, dimana jaringan sosial berarti seperangkat kumpulan tertentu yang saling terkait.

Kelebihan dari Sistem Teori:

  • Lebih menekankan pada merubah lingkungan daripada pendekatan psikologi
  • Interaktif, memusatkan pada dampak satu orang terhadap orang lain, daripada penekanan pada pikiran dan perasaan dalam diri
  • Menandakan bahwa pekerja sosial untuk mencari jalan alternatif yang memungkinkan memperoleh objek yang sama
  • Ini adalah kesatuan, yang terintegrasi, atau holistik, termasuk pekerjaan dengan individu, grup, dan komunitas, dan tidak menekankan pada setiap metode intervensi khusus
  • Menghindari sifat linier, karena deterministik dan dampak dari paparan perilaku atau fenomena sosial semacam itu umum dalam praktek kognitif-perilaku
  • Ada empat argumen menurut Wakefield (1996) untuk kombinasi umum teori sistem ekologi yaitu; kemampuannya untuk menganalisis jaringan melingar dalam transaksi antara pekerja dan klien, nilainya dalam essesmen, terintegrasinya dengan teori pekerjaan sosial lainnya, dimasukkannya faktor sosial untuk menyeimbangkan casework individu.

Ada beberapa masalah dengan klaim seperti itu:

  • Karena itu lebih ekspositori daripada penjelasanya
  • Tidak memberikan ketentuan
  • Terlalu inklusif
  • Teori sistem ini mungkin terlalu menekankan mengintegrasi bagian dari sistem dan mengasumsikan bahwa semua bagian dari sistem dibutuhkan untuk dipelihara dan atau saling berhubungan
  • Gagasan tentang entropi dan kelangsungan hidp sebagai aspek sistem dan seperti banyak dari analogi biologis dan fisik dalam teori sistem, mungkin tidak mempunyai aplikasi umum untuk semua sistem sosial
  • Mempunyai bahasa kompleks dan teknis yang sesuai dengan sebuah aktivitas manusia seperti pekerjaan sosial
  • Karena ini adalah teori umum, yang susah untuk diaplikasikan di setiap situasi khusus, dan mungkin aplikasinya akan sangat variatif

Kritik dari teori sistem yang statis masih lemah, karena perhatian biasanya cukup diberikan untuk mengubah, baik individu dan sosial. Devore (1983) berpendapat bahwa model kehidupa lebih baik dalam menangani kelas sosial, etnis dan perbedaan budaya dan gaya hidup daripada banyak teori yang lain, namun masih ada kekurangan dalam menangani masalah orang kulit hitam. Pendekatan eko-kritis dan eko-feminis berpendapat bahwa teori ekologi dalam pekerjaan sosial tidak menekankan pada dirinya dengan sistem ekologi berkelanjutan.

Secara kritis, anti-diskriminasi, advokasi, dan teori pemberdayaan adalah teori sosiogi umum pada pekerjaan sosial, namun psikologi sosial, peran dan teori konstruksi sosial menawarkan sebuah pendekaran psikologi sosial yang lebih untuk aktivitas pekerjaan sosial.

Social Psychology and Social Constructions

Teori konstruksi sosial merupakan perkembangan dari gagasan post-modern yang berkembang sejak tahun 1990, dan hadir dalam kritik pisokologi, kemudian di jeneralisasi untuk digunakan sebagai terapi dan prakter oleh pekerja sosial.

Wider theoretical perspective

Subjek utama pada teori psikologi sosial adalah mengenai efek yang terjadi pada, didalam, atau antar grop untuk menciptakan dan mempertahan identitas sosialnya. Oleh karenanya, psikologi sosial fokus pada proses kommunikasi dan interaksi yang terjadi antar individu dalam kelompok. Komunikasi merupakan proses penerimaan informasi dengan menggunakan bahasa dan symbol-simbol tertentu dalam memahami pesan/informasi yang didapat dan sampaikan.

Teori personal konstruksi, (dikemukakan oleh : Kelly) yang mengatakan bahwa individu dapat mengatur tingkah laku mereka berdasarkan konstruksi yang ada dalam pikiran mereka pada bagaimana seharusnya berperilaku, yang dikembangkan berdasarkan pengalaman-penngalaman yang dialami. Personal konstruksi berbeda dengan sosial konstrusi, dimana personal konstruksi berarti gambaran internal setiap orang dalam memahami dunia berdasarkan sudut pandang diri sendiiri. Setiap orang memiliki personal kontruksi yang berbeda. Sedangkan konstruksi sosial merupakan gambaran bersama mengenai pemahaman tentang dunia, yang dibangun bersama melalui interaksi anatar individu/kelompok pada konteks sosial, budaya dan sejarah.

Konstruksi sosial, tidak berdasarkan ilmu pengetahuan, atau alasan eksperimen, namun berdasarkan interpretasi tiap individu. Pentingnya konstruksi sosial dalam pekerja sosial adalah sebagai berikut:

  1. The social contruction of reality, menekankan bahwa konstruksi sosial berkontribusi pada sosialiasasi individu. Kemudian menjadi realitas individu untuk berkontribusi dalam masyarakat.
  2. Social problems, menekankan pada manusia/masyarakat membuat klaim pada masalah sosial tertentu, yang dihasilkan atas konstruksi sosial.
  3. Phenomenological Sociology, peneltitian yang digunakan untuk mejamin aspek tingkah laku yang menungkap serta menekankan asumsi sosial yang ada.
  4. Work on human categories, mengungkapkan bahwa melalui kontruksi sosial, terdapat pengkategorian pada manusia. (seperti gender).

Gagasan psikologi sosial mengenai konstruksi sosial adalah bagaimana individu/kelompok mendeskripsikan identitasnya. Juga menekankan pada kemungkinan adanya perubahan respon pada hubungan sosial. Hal penting mengenai konsep ini meliputi :

  • Terdapat banyak institusi yang terdesain untuk mempertahankan eksistensi pola kekuatan sosial melalui mendisplinkan dan menekankan pada pelanggaran konvensi sosial.
  • Institusi sosial merupakan kumpulan individu pada kelompok sosial tentang sifat alami mereka, membentuk pole kekuatan sosial melalui discourse-discourse tertentu.

Connections

Pada pemahaman psikologi sosial,  telah mengembangkan teori konstruksi sosial dengn fokus pada penggunaan bahasa yang menciptakan sosial sebagai proses untuk membentuk struktur sosial dan pemahaman mengenai peran setiap individu pada kehidupan masyarakat. Neisen (1980) mengatakan bahwa teori komunikasi sangat berguna dan memiliki hubungan antara banyaknya teori-toori pekerja sosial.

The Politic of social psychology and social consruction

Kurangya pengaruh yang kuat mengenai teori psikologi sosial adalah, pertama, teori ini fokus pada pemahaman inter-group atau interpersonal, dan eksperimental epistomologi tidak secara mudah diguanakan pada kasus individu.kedua, sebagian, karena ke epistomologinya,  tidak terdapatnya koherensi model teori yang menawarkan sebuah prinsip atas aksi terapi yang dapat ditransfer oleh pada pekerja sosial.

Role Theory

Menurut Robert Linton, menggambarkan teori peran sebagai interaksi sosial dalam terminologi aktor-aktor yang bermain sesuai dengan apaiapa yang telah ditetapkan oleh budaya. Sesuai dengan teori ini, harapan-harapan peran merupakan pemahaman bersama yang menuntut kita dalam berperilaku sesuai yang diharapkan orang lain di kehidupan sehari-hari. Kemudian, sosiolog yang bernama Glen Elder (1975) membantu memperluas penggunaan teori peran, pendekatanya dinamakan “life-course” yang bermakna bahwa setiap masayarakat memiliki harapan kepada setiap anggotanya untuk memiliki perilaku tertentu sesuai dengan kategori usia yang berlaku dalam masyarkat tersebut.

Communication Theory

Teori komunikasi membantu untuk mengembangkan ide-ide sosial psikologi sosial dan membantu mengarahkan intervensi secara langsung yang sesuai  dengan klien. Perhatian kepada bahasa komunikasi dengan teknologi terbaru sangat dibutuhkan saat bekerja dengan anak-anak dan remaja. Pembentukan jaringan komunikasi dan bagaimana kita berkomunikasi, dengan siapa kita menjadi bagian dari budaya dan relasi sosial. Ditentukan oleh pemisahan dalam jaringan komunikasi dan gangguan. Beberapa komunikasi ada yang berbentuk verbal dan non verbal. Timbal balik yang kita terima dari komunikasi verbal dapat memunculkan rasa nyaman untuk orang yang berbicara. Komunikasi non verbal juga memberi informasi kepada yang lain. Sebagian besar komunikasi membentuk pola. Orang-orang membiasakan diri untuk mengimbangi dan dapat memprediksi cara komunikasi dengan siapapun yang terbiasa berhubungan dengan mereka. Komunikasi selalu memiliki isi yang mana menampilkan materi, tetapi dalam hubungan, metakomunikasi memberikan tambahan atau arti yang berbeda pada isi yang disampaikan. Teori komunikasi membantu kita untuk mengidentifikasi tekanan dan ketidaksamaan. Adaoun manfaat teori komunikasi

  1. Untuk menganalisis dan mengembangkan praktik dengan meningkatkan keterampilan komunikasi
  2. Bekerja dalam masalah komunikasi yang dialami oleh klien
  3. Menganalisis masalah dalam kerja tim

Major Statements

Aplikasi dari ide komunikasi menyediakan kontribusi yang berguna untuk hal-hal praktis dan biasanya berhubungan dengan terapi keluarga. Nelsen (1980) telah menciptakan teori yang paling komprehensif dari teori komunikasi untuk aplikasi umum yang mana aplikasi umum tersebut untuk pekerja sosial tetapi teori Nelson terlalu kuno untuk  menjelaskan perkembangan teori komunikasi saat ini dan studi budaya inkorporasi dan perkembangan linguistik terbaru.

Parton and O’Byrne: constructive social work

Proses yang sama pentingnya dengan keluaran, yang mengandung pluralitas dari pengetahuan dan pandangan mengenai dunia, memiliki beberapa kemungkinan dan kesempatan seperti masalah-masalha, halangan, pengetahuan, dan pemahaman yang berasal dari hubungan sosial. Konstruk dari social work adalah membangun karena hal tersebut dibangun dari kenyataan hidup seseorang dan pengalaman, serta menggunakan ide-ide yang berasal dari teori konstruk sosial. Poin awal dari Parton dan O’Byrne adalah narasi. Orang-orang yang mendeskripsikan kejadian berusaha untuk membuat cerita mereka sesuai dengan realitas yang mereka persepsikan, jadi narasi mereka menampilkan realitas. Penelitian komunikasi menunjukkan bahwa dalam dialog,  orang mengambil peran dan mengajukan pertanyaan kepada yang lain, tetapi narasi menginterpretasikan pengetahuan dan pemahaman untuk membuat dialog tersebut siap untuk diperdengarkan. Kekuatan dijalankan melalui ide-ide yang dipengaruhi oleh budaya dan hubungan sosial, serta bahasa, karena ide diekspresikan atau diberitahukan (signified), yang membuat berarti bagi kita, melalui bahasa atau tanda yang kita gunakan untuk mengekspresikannya. Tiga tipe yang berbeda dari narasi menurut Gergen dan Gergen (1986) dan kutipan dari Parton dan O’Byrne adalah :

  1. Narasi progresif dimana orang mendeskripsikan diri mereka sendiri sebagai langkah ke depan menuju tujuan mereka
  2. Narasi stabilitas dimana orang menganggap bahwa hal-hal yang ada tidak berubah
  3. Narasi menyimpang (digressive) dimana orang-orang menanggap bahwa mereka menjauh dari tujuan mereka.

Pekerja konstruk sosial mengeluarkan kata-kata mengenai masalah dan tujuan yang diinginkan. Beberapa terapis konstruksionis melihat orang sebagai masalah yang datang ke kehidupan mereka. Hal tersebut dipengaruh oleh tekanan narasi budaya.

Isu yang paling utama untuk didiskusikan mengenai tujuan yang diinginkan. Pekerja memulai dari posisi yang tidak mengetahui apa-apa dan memunculkan keingintahuan tanpa menanyakan kenapa. Pekerja akan membutuhkan pemisah yang jelas antara menolong dan mengontrol tanggung jawab serta menolong pengguna untuk memahami perbedaan.

Assesment dalam kerja konstruk sosial menekankan pada penggunaan waktu untuk mendengar cerita yang disampaikan oleh klien dan memastikan cerita tersebut. Orang yang bercerita memberikan arti pada narasinya, Neimeyer menyarankan adanya laddering yang mana interviewer  membantu seseorang untuk menyelidiki implikasi yang lebih kompleks dari pernyataan mengenai diri mereka sendiri. Secara umum orang dengan kebudayaan yang berbeda-beda eksplorasi yang terorganiasasi dari keluarga orang-orang dan sejarah hidup melalui oral history dapat membuat orang-orang menguji secara terstruktur arti dan konstruk yang mereka berikan kepada pengalaman mereka sendiri.

Commentary

Konstruktif social work yang tergambar dari model psikoterapeutik menunjukkan hubungannya dengan ide psikologi sosialnya. Mengulas kembali penelitian dalam berbagai bentuk kerja konstruksionisa, Parton dan O’Byrne mengomentari bahwa penelitian dari de Shazer’s work fokus pada apakah terdapat fakta bahwa tujuan klien tercapai daripada pengukuran keluaran secara konvensional. Solution Focused Work telah dievaluasi secara sukses sebagai bagian dari layanan di dalam penyusunan agensi.  Manfaat dari teori konstruk sosial yaitu untuk kerja sosial menurut Payne :

  1. Adanya sosial dan psikologi
  2. Adanya penjelasan yang kuat baik secara faktor sosial dan faktor pribadi
  3. Dasar dari penelitiannya menggunakan analisis perilaku dan bahasa yang mendetail berhubungan dengan kebutuhan praktis dalam kerja sosial dan cara nyata ada dalam kontribusi psikolog sosial untuk kerja sosial, adanya fakta dari aplikasi yang sukses.

PENUTUP

Pekerjaan sosial jelas harus memahami adanya teori sistem, ekologi, psikologi sosial, dan konstruksi sosial, karena pada dasarnya bahasan tersebut tidak bisa dilepaskan dari klien sebagai makhluk sosial yang selalu bersinggungan dengan manusia lain dan lingkungan sekitar. Bagaimana teori sistem dan ekologi menjelaskan adanya integrasi antara objek-objek dan saling keterkaitannya. Sama seperti denan psikologi sosial yang lebih mengarahkan pekerja sosial untuk melihat bagaimana suatu interaksi berlangsung dan bagaimana jika dilihat secara mendalam melalui psiko-sosial. Juga dengan konstruksi sosial yang akan selalu berubah-ubah dalam pemikira setiap orang, dan mempengaruhi cara pandang manusia dalam memikirkan masalahnya. Inilah yang harus digali oleh pekerja sosial sebagai pekerja yang dituntut untuk mengintegrasikan ilmu, teori dan perspektif yang berbeda-beda.

 

REFERENSI

[1] Payne, Malcolm. (2005). Modern Social Work Theory. 3rd Edition. New York: Palgrave Macmillan

[2] Fitzpatrick, Tony. (2005). New Theories of Welfare. New York: Palgrave Macmillan.

 

Sumber gambar : fisip.ui.ac.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: