Perempuan Merokok


Melihat judulnya, memang terkesan begitu seksis karena menulis sebuah kata dengan menyondong kaum tertentu. Tulisan ini,dibuat  untuk menjadi sebuah catatan lama dengan bahasa yang juga masih  kurang tertata rapih. Sengaja untuk tidak mengedit sedikitpun, karena saya berpikir untuk menjadikan tulisan ini sebagai bahan tawaan tentang gambaran bagaimana saya tumbuh kembang dengan melihat tulisan-tulisan terdulu.

Dibuat untuk :

Rekrutmen Terbuka BEM FISIP UI 2014 (Departemen Sosial Masyarakat). Tulisan ini akhirnya membuat saya menjadi bagian dari BEM FISIP lho 🙂 weks

Lingkungan yang akan menjadi pembahasan saya dalam esai kali ini adalah tentang lingkungan budaya. Berbeda dengan lingkungan yang nampak dan terlihat seperti yang dapat kita lihat dan tertandai dengan keberadaan sampah, pendeskripsian atas lingkungan dengan dua kata, yakni kotor dan bersih, hal ini saya namakan lingkungan fisik/riil.

Lingkungan budaya merupakan lingkungan yang terjadi antara setiap individu dalam perilaku dan bertindak satu sama lain dalam suatu lingkupan wilayah tertentu. Lingkupan dalam penulisan ini adalah wilayah FISIP UI. Lingkungan budaya yang ada akan memengaruhi setiap individu yang tinggal didalamnya. Keterkejutan budaya sering terjadi pada setiap mahasiswa yang baru memasuki lingkungan FISIP terutama yang berasal dari pelosok daerah/desa.

Beberapa contoh lingkungan budaya yang ada di lingkungan FISIP akan coba penulis sajikan pada paragraf-paragraf diabawah ini.

Merokok bagi perempuan merupakan hal tabu bagi warga/mahasiswa desa, hal tersebutlah yang menjadi asal kekagetan tersendiri yang dialami oleh mahasiswa baru. Tak bisa dinafikan bahwa merokok bagi perempuan sudah menjadi hal yang amat biasa dilingkungan FISIP, kita bisa menemukan dibagian sudut manapun didalamnya. “hal yang biasa” itulah yang kemudian dapat mendeskripsikan merokok adalah salah satu lingkungan budaya yang ada di FISIP.

Untuk menangani atas keterkejutan budaya yang kerap kali terjadi pada mahasiswa baru (terutama dari mahasiswa daerah) terjadi di FISIP adalah dengan berusaha meminimalisir tempat-tempat merokok. Sediakan saja tempat khusus untuk merokok, jadi tidak setiap tempat dapat diakses untuk merokok. Sehingga mahasiswa baru, tidak merasa kaget karena tidak secara langsung melihat orang-orang (terutama perempuan) merokok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: